Pesan Singkat
![]() |
| foto dipinjam dari harpersbazaar.co.id |
Membacamu selang tiga tahun, aku
hapal betul setiap lembarnya. Aku tahu, lembar ke berapa ujung kertasmu
terlipat, paragraf mana kau menangis, baris kalimat mana kau terjaga tengah
malam, frasa sederhana apa yang bisa buat kau tersenyum, dan cetakan huruf mana
yang mampu membuatmu gelisah. Khatam, namun tak pernah bisa kuselesaikan.
Benar kubaca, tapi memang bagian
mana yang benar kumengerti? Benar kubilang aku akan mencoba memahami, tapi
sehebat apa aku bisa menuntaskan? Sampai aku tahu, hanya bagian luar-terluar
aku tahu.
Ada hasrat dan ego yang tak
pernah kukenal. Bukan, bukan karena kamu nggak pernah membukanya di hadapan
mataku. Tapi kelopak mataku menutup terlebih dahulu sebelum kau bicara. Aku
terlalu buta untuk mau tahu suara adicita. Tapi kau tak pernah merasa terluka.
Nahas, sebaliknya. Katamu, kau
selalu senang terbaca. Lalu kukoreksi setiap ide yang tanggal bahkan huruf yang
keliru tempat, sampai tak sadar semua berubah jadi fikrahku. Tapi kau kata,
“Tak mengapa, aku suka”.
Rentang mana aku benci? Jika
semua selalu kau dahulukan aku. Bagai pungguk paling bahagia, kau buatku merasa
paling istimewa. Setiap malam hanya ada cerita bahagia dari bukumu. Oya, kalau
kamu baca, aku ingin ucap bahwa kau selalu berhasil, maaf jika aku terlalu gengsi mengakui semua usaha.
Biar noktah tetap jadi noktah. Biar
yakin selalu tertanam dalam hati. Biar takdir kau maklumi, seperti ikhlasmu
pada sebab-akibat yang tak masuk akal. Semoga selalu bahagia.

Komentar
Posting Komentar