Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Pesan Singkat

Gambar
foto dipinjam dari harpersbazaar.co.id Membacamu selang tiga tahun, aku hapal betul setiap lembarnya. Aku tahu, lembar ke berapa ujung kertasmu terlipat, paragraf mana kau menangis, baris kalimat mana kau terjaga tengah malam, frasa sederhana apa yang bisa buat kau tersenyum, dan cetakan huruf mana yang mampu membuatmu gelisah. Khatam, namun tak pernah bisa kuselesaikan. Benar kubaca, tapi memang bagian mana yang benar kumengerti? Benar kubilang aku akan mencoba memahami, tapi sehebat apa aku bisa menuntaskan? Sampai aku tahu, hanya bagian luar-terluar aku tahu. Ada hasrat dan ego yang tak pernah kukenal. Bukan, bukan karena kamu nggak pernah membukanya di hadapan mataku. Tapi kelopak mataku menutup terlebih dahulu sebelum kau bicara. Aku terlalu buta untuk mau tahu suara adicita. Tapi kau tak pernah merasa terluka. Nahas, sebaliknya. Katamu, kau selalu senang terbaca. Lalu kukoreksi setiap ide yang tanggal bahkan huruf yang keliru tempat, sampai tak sadar semua berub...

Gamam Bercua

Gambar
pinterest.com Bahkan saat badai besar hampir memporak-porandakan kapalnya sekali pun, Dia tetap melaut, membelah samudra Menjaring kehidupan, melawan ketakutan Membohongi hati bahwa badai hanya imaji Mengingat-ingat tujuan awal meninggalkan dermaga Satu per satu, Tiang lelah merebah, Pijakan kakinya berguncang, tak seimbang, Seperti suara pertengkaran dan teriakan kemarin malam Namun dia tetap melawan Kedua mata sepakat ‘tuk merapat Hatinya terlalu kuat ‘tuk terus mengingat Demi sebuah pelukan hangat akan penantiannya suatu saat Menyusur deburan ombak, tak heran asin tertelan Riak memekak, ternyata hanya dia seorang Tak ada tempat yang lebih lembap kecuali kantung matanya yang telah sembap Namun hati seolah paling tahu sebab Tentang perjuangan yang telah lama kehilangan jawab Semarang, 26 Mei 2018                            Dari aku, anak kecil tukang nuntut in...