Gamam Bercua
![]() |
| pinterest.com |
Bahkan saat badai besar hampir
memporak-porandakan kapalnya sekali pun,
Dia tetap melaut, membelah
samudra
Menjaring kehidupan, melawan
ketakutan
Membohongi hati bahwa badai hanya
imaji
Mengingat-ingat tujuan awal
meninggalkan dermaga
Satu per satu,
Tiang lelah merebah,
Pijakan kakinya berguncang, tak
seimbang,
Seperti suara pertengkaran dan
teriakan kemarin malam
Namun dia tetap melawan
Kedua mata sepakat ‘tuk merapat
Hatinya terlalu kuat ‘tuk terus
mengingat
Demi sebuah pelukan hangat akan
penantiannya suatu saat
Menyusur deburan ombak, tak heran
asin tertelan
Riak memekak, ternyata hanya dia seorang
Tak ada tempat yang lebih lembap
kecuali kantung matanya yang telah sembap
Namun hati seolah paling tahu
sebab
Tentang perjuangan yang telah lama kehilangan jawab
Semarang, 26 Mei 2018
Dari aku, anak kecil
tukang nuntut ini itu

Saya suka tulisan kamu :)
BalasHapus