Katanya, Ini Dunia yang Berbeda
Sampai pada titik ini, saya menyesal.
Saya selalu heran, mengapa dunia ini
selalu mempertanyakan dan memperdebatkan perbedaan? Siapa itu perbedaan? Mengapa
ia begitu diperlakukan amat penting? Mengapa ia selalu menjadi topik yang tidak
pernah habis untuk dibicarakan? Mengapa perbedaan seolah-olah menjadi sebuah
pengganggu, penghalang, pembatas, penyekat, dan segala hal lain yang terlihat
tidak benar? Apa itu perbedaan? Bagaimana ia bisa ada?
Bukankah perbedaan hanya sebuah kosakata?
Kata perbedaan memiliki derajat yang sama dengan kata lainnya, hanya sebuah
kosakata. Tetapi di dunia ini, kata perbedaan seperti sebuah momok yang
mengerikan, yang harus dihindari, dan tidak boleh ada.
Berdasarkan KBBI Daring, kata
perbedaan berasal dari kata beda,yang berarti (n) sesuatu yang menjadikan
berlainan (tidak sama) antara benda yang satu dan benda yang lain;
ketidaksamaan dan (n) selisih; panutan. Sedangkan kata perbedaan berarti (n)
beda; selisih dan (n) perihal yang berbeda; perihal yang membuat berbeda.
Jadi, apa itu perbedaan? Singkatnya,
sesuatu yang tidak sama, tidak serupa, tidak kembar, tidak mirip. Jika terpintas
dalam benak kita kata tersebut, pasti kita mengetahui maksud dan arti kata
perbedaan, akan tetapi, pernahkah kita memikirkan sejauh mana kata perbedaan
sahih digunakan? Maksudnya, sejauh mana kita bisa mengatakan dan menentukan
bahwa itu adalah sebuah perbedaan dan itu bukan perbedaan? Siapa yang
menentukan hal tersebut? Apakah kita sepakati bersama sebagai sebuah konvensi? Wah,
memangnya kita siapa bisa berkuasa menyepakati semua perbedaan itu?
Begitu maksud saya. Dunia ini
terlalu lelah dan jengah dengan kata perbedaan, sedang perbedaan adalah hal
mutlak yang dimiliki oleh dunia itu sendiri. Kita semua tahu, kita semua
mengerti, bahwa segala hal dalam kehidupan ini memiliki perbedaan. Lantas,
mengapa kita harus repot-repot membuat segalanya menjadi sama? Mengapa harus
dipermasalahkan? Mengapa harus merasa terganggu dengan perbedaan yang dimiliki orang
lain? Padahal yang menyebabkan perbedaan itu adalah karena adanya diri kita
yang juga berbeda dengan mereka.
Setiap orang berbeda, termasuk diri
kita sendiri. Maka berhenti mempermasalahan perbedaan, berhenti membuat koloni
yang menyebut dirinya sama lalu menganggap buruk orang lain yang tidak sama
dengannya. Boleh saja, boleh berkelompok, berkumpul, namun tidak lantas
memandang orang lain yang tidak berkumpul dengan dirinya dan berprilaku seperti
dirinya adalah sebuah perbedaan yang diartikan sebagai sebuah kesalahan.
Agar tidak ada yang mengartikannya
secara luas, saya akan menjelaskan perbedaan yang saya maksud. Seperti, cara
berprilaku, cara pandang, cara berpikir, atau cara bereaksi. Oleh karena kita
berbeda, maka cara-cara tersebut juga pasti dimiliki secara berbeda oleh setiap
individu. Tidak, bukan berarti seseorang yang bereaksi berbeda dengan kita
berarti dia salah.
Saya sering mendengar teman
berbicara “Dia kenapa sih aneh banget?” “Dia nyebelin cara ngomongnya, apalagi
pas dia ketawa,” bahkan “Ilfeel gak sih? Dia aneh!” dan lain sebagainya. Buruknya,
ucapan-ucapan tersebut terlontar hanya karena orang-orang yang disebut “aneh”
itu berperilaku berbeda dengan dirinya. Padahal orang-orang yang dicap “aneh”
itu tidak melakukan hal yang salah. Mereka bahkan tidak menyakiti orang lain,
menggangu orang lain, atau merugikan orang lain. Yang mereka lakukan hanyalah
berprilaku, bersosialisasi, berteman, namun dengan menggunakan caranya sendiri,
yang mungkin menurut sebagian orang tidak sama seperti yang biasa mereka
lakukan.
Mereka terlalu sibuk, menilai lalu
melabeli mana yang normal, mana yang tidak, mana yang salah, mana yang benar. Dan
sedihnya penilaian itu hanya berdasarkan kesamaan, kesamaan yang biasa mereka
dan kelompoknya lalukan. Artinya, kalau sama berarti benar dan normal, kalau
beda berarti ia salah dan tidak normal. Hanya sesederhana itu? Oh please, guys!
Hal yang ingin saya sampaikan di sini
adalah mari bersama-sama kita hentikan kebiasaan buruk ini. Udahlah, jangan
ributin lagi si perbedaan ini. Berhentilah, berhenti memperlakukan buruk
orang-orang hanya karena mereka punya cara yang berbeda. Kita tidak boleh lupa,
kalau dunia ini bukan hanya soal mencari persamaan, tapi soal menerima
perbedaan. Seperti kata teman saya, “Kita tidak sama, tapi kita kerja sama!”
Ditulis pagi hari dalam keadaan
menyesal
![]() |
| foto ini dipinjam dari http://stowawaymag.com/files/2011/10/Screen-shot-2011-10-01-at-3.18.44-PM.png |

Komentar
Posting Komentar