Kenalin, Namanya Pilihan
Ada beberapa hal yang tak mampu terdefinisikan. Pada saat itu, semua hal yang berbau ilmiah hanya bisa enyah. Sesuatu, seperti udara pada ruangan hampa yang seketika menyergap perasaan seseorang. Kemudian, segala yang ia rasa seperti sabana luas yang hanya berteman belukar namun tak berpenghuni. Tidak ada yang bisa menjelaskan. Hanya hati dan intuisi, mungkin saja bisa memahami?
Saya berpendapat seperti itu bukan berarti menolak
kebenaran ilmiah. Namun, memang ada hal-hal menakjubkan dari manusia yang tak
bisa dinalar. Segala enigma tersebut memang menjadi pertanyaan yang dipaksa
terjawab oleh penjelasan-penjelasan ilmiah. Manusia memang gemar menerka,
menghubungkan, dan, jika bisa terhubung, jadilah sebuah jawaban. Tetapi,
bukankah semua tetap misteri? Ada tangan maha hebat di balik skenario kehidupan
manusia.
Dramatis. Manusia tidak pernah mengetahui konsep ‘apa
jadinya takdir’ dalam kehidupan mereka. Jangankan esok atau lusa, gerak jarum
jam di dinding pun tidak mampu diterka. Manusia hanya berjalan dan menunggu,
sisanya berharap akan takdir baik yang menghampiri. Iya, saya juga begitu. Saya
adalah manusia, tugas saya adalah menjalani takdir yang tertulis, sifat saya
adalah menerka takdir yang tertulis.
Keadaan inilah yang menurut saya paling ajaib. Ketika
manusia sibuk menerka ujung dari kehidupannya, Tuhan memperlihatkan
keagungannya. Selalu ada kisah keren
tak terduga yang Dia sembunyikan untuk kemudian dikeluarkan pada saat yang
menurutNya paling tepat. Baik yang pahang atau yang manis, keduanya tak pernah
terlepas. Manusia tanpa bersandiwara menerimanya. Hasilnya? tentu pancarona.
Beberapa mulai menangis, beberapa gembira. Sisanya tidak
sadar. Meskipun takdir itu mutlak terjadi, tetapi selalu ada pilihan bagi
manusia. Pilihan ‘mau berbuat apa’ yang juga mutlak menjadi kuasa manusia. Konsep
inilah yang sering terlewatkan pada pemahaman manusia. Mereka terjebak takdir
tak terduga, lalu lupa bahwa mereka punya pilihan. Apa pun takdir yang datang,
manusia selalu punya banyak hal yang bisa dipilih dalam menghadapi takdir
tersebut. Pilihlah, Tuhan memberimu takdir lengkap dengan pilihan yang bisa kau
gunakan sesuka hati.
Jika takdir buruk datang, maka pilihlah cara terbaik
untuk menghadapinya.
Komentar
Posting Komentar